Legenda Pendekar Pemanah Rajawali adalah novel dari tahun 1957,
bagian pertama dari Trilogi Rajawali, yang ditulis oleh Jin Yong, nama
pena penulis Louis Cha. Kisahnya adalah mengenai Kwee Ceng (Guo Jing),
seorang anak yang dianggap banyak orang dungu dan naif, namun juga baik
hati. Dengan kebaikan hatinya ia pernah menolong Jengis Khan dan sebagai
balasannya ia dapat tinggal bersama Khan dan dianggap seperti anak
sendiri. Ia kemudian bertualang bersama Oey Yong (Huang Rong) dan
menemukan rahasia ilmu silat yang dahsyat dan bertemu dengan banyak
pendekar terkenal, di antaranya adalah Kaisar Selatan (It Teng Taysu),
Pengemis Utara (Ang Citkong), Racun Barat (Auwyang Hong), dan Sesat
Timur (Oey Yok Su, ayah Oey Yong).
Kwee Ceng, dilahirkan dan dibesarkan di Mongolia diperkirakan lahir di bulan November tahun 1188/1196/1200/1201, ia diajar oleh Tujuh Manusia Aneh dari Jiangnan. Kemudian ia juga belajar dari Ang Cit Kong dan Ciu Pek Tong. Lugu, lamban belajar dan tidak suka kekerasan, namun kejernihan pikirannya justru membantunya mempelajari ilmu silat tertinggi dari kitab Kiu Im Cin Keng. Ia adalah suami Oey Yong.
Latar belakang dimulai saat invasi bangsa Kim/Jin ke wilayah Song/Sung. Dua pendekar Yo Tiat Sim dan Kwee Siauw Thian berjuang bersama menentang invasi bangsa Kim. Mereka bersahabat erat dan akhirnya mengangkat saudara. Saat istri mereka hamil, mereka mengungsi menghindari pertempuran, dan berjanji apabila kedua anak mereka lahir, bila berbeda jenis kelamin akan dinikahkan, bila sama akan mengangkat saudara. Peperangan tak terelakkan dan Kwee Siauw Thian terbunuh difitnah oleh pengkhianat dari bangsa sendiri, sementara anak lelakinya Kwee Ceng terlunta-lunta dibesarkan ibunya di gurun pasir Mongolia, sampai diselamatkan oleh Jengis Khan. Yo Tiat Sim menghilang dan terpisah dari anak istrinya. Istri Yo Tiat Sim mengira suaminya telah meninggal dan dijebak hingga terpaksa menjadi selir Pangeran VI dari negeri Kim. Anak mereka, Yo Kang tumbuh sebagai putra pangeran bangsa Kim.
Plot Utama mengisahkan dua saudara angkat yang terpisah dan mempunyai sifat yang bertolak belakang. Kwee Ceng adalah pemuda jujur, polos, setia, lamban belajar namun keras kepala dan tekun berlatih. Sebaliknya Yo Kang sangat pintar, licik dan oportunis. Yo Kang bertemu dengan wanita yang dicintainya, Bok Liam Cioe yang ternyata adalah anak angkat dari ayah kandungnya Yo Tiat Sim yang menghilang. Namun Yo Kang tidak mau mengakui ayah kandungnya karena lebih senang menjadi pangeran bangsa Kim. Ia sempat mencoba kembali menjadi rakyat biasa dari bangsa Song namun tidak bertahan lama karena merindukan kenyamanan dan kekuasan sebagai pangeran. Sementara Kwee Ceng yang berkelana dari Mongolia ke daratan Cina untuk membalas dendam terhadap pembunuh ayahnya, bertemu dengan Oey Yong, gadis kelewat cerdas yang merupakan anak salah satu dari 5 Datuk Persilatan yang terkenal. Oey Yong awalnya menyamar sebagai pengemis dan jatuh cinta akan kepolosan dan kejujuran Kwee Ceng.
Petualangan Kwee Ceng dan Oey Yong berkelana bersama membawa mereka berinteraksi dengan pendekar-pendekar dunia persilatan, diantaranya 5 Pendekar Besar Datuk Persilatan: Sesat Timur Oey Yok Soe, Racun Barat Auwyang Hong, Kaisar Selatan It-teng Taysu, Pengemis Utara Ang Cit Kong serta Bocah Tua Nakal Cioe Pek Tong. Intrik-intrik perebutan kitab silat Kiu Im Cin Keng, kitab perang Bu Bok, serta hubungan Kwee Ceng dan Oey Yong yang ditentang ayah Oey Yong dan guru Kwee Ceng mewarnai kisah trilogi pertama ini. Sementara Yo Kang malah membantu bangsa penjajah Kim yang telah membunuh orang tua kandungnya, untuk menghancurkan negerinya sendiri. Kwee Ceng dan Yo Kang yang sebenarnya bersaudara angkat kini malah berseteru dengan tujuan yang berbeda. Kecerdasan Oey Yong banyak membantu Kwee Ceng menyelesaikan berbagai masalah pelik, termasuk strategi perang saat kembali ke Mongol untuk mendukung Jengis Khan menaklukkan bangsa Kim.
Akhir Cerita Setelah kemenangan bangsa Mongol atas bangsa Kim, Jengis Khan malah ingin meluaskan wilayahnya dan memaksa Kwee Ceng untuk menyerang tanah kelahirannya sendiri, Song. Kwee Ceng menolak dan kembali ke Song untuk melawan invasi Mongol, walau selama ini Jengis Khan telah membesarkan ia dan ibunya. Sementara Yo Kang yang akhirnya menemui ajal akibat kelicikannya sendiri, meninggalkan istrinya Bok Liam Cioe yang sedang hamil. Kwee Ceng dan Oey Yong memberi nama bayi Yo Kang tersebut dengan nama Yo Ko yang artinya memperbaiki kesalahan, dengan harapan ia akan menjadi pendekar berbudi dan tidak mengulang kesalahan yang dilakukan Yo Kang semasa hidup. Yo Ko inilah tokoh utama dalam kisah selanjutnya "Rajawali Sakti dan Pasangan Pendekar". Akhir cerita, invasi bangsa Mongol terhenti sementara karena kematian Jengis Khan akibat sakit. Kwee Ceng dan Oey Yong menikah dan tinggal di Pulau Bunga Persik.
Ilmu Silat Kwee Ceng
Memanah ala Mongolian dan Gulat Bebas
Kwee Ceng pernah tinggal di antara para pemanah pemanah terbaik yang pernah ada pada zaman kekuasaan Mongolia, dan pernah di ajar selama satu decade oleh Jebe, seorang pemanah besar dan pemimpin militer Mongolia. Yang paling terkenal adalah ketika Kwee Ceng memanah langsung 2 elang dengan sebuah anak panah, sewaktu dia kecil. Dia juga mahir dalam Gulat Bebas ala Mongolia.
Ilmu Silat Jiangnan Qi Guai
Pertama kali, Kwee Ceng dikenalkan dengan ilmu silat leluhurnya, adalah dari Jiangnan Qi Guai (lit. "Tujuh Manusia Aneh dan Jiangnan / Tujuh Manusia Aneh dari Kanglam"), 7 pendekar dari kota Jiaxing selatan, yang menemukan Kwee Ceng ketika berumur 6 tahun. Mereka kemudian mengajarkan Kwee Ceng beberapa ilmu silat, dengan harapan ketika Kwee Ceng menginjak usia 18 tahun, dia bisa bersaing dengan Yang Kang , murid dari Pendeta Tao Qiu Chuji dari Quanzhen. Jiangnan Qi Guai bukanlah para ahli silat yang tersohor, tapi pelatihan mereka kepada Kwee Ceng, menjadikan Kwee Ceng mempuyai dasar ilmu silat untuk menguasai ilmu yang lebih tinggi yang nantinya akan dipelajarinya selama hidupnya.
Quanzhen Pai Wu Gong (Aliran Quanzhen)
Tetua aliran Quanzhen, Ma Yu, Qiu Chuji, dan Wang Chuyi, mengajarkan Kwee Ceng beberapa aspek dasar dari silat aliran Quanzhen, seperti misalnya teknik qigong. Kwee Ceng juga memahami dasar dari kita 9 Yin dan pernah melihat formasinya dalam pertempuran sebenarnya.
Xianglong Shiba Zhang (18 Pukulan Menaklukan Naga)
Adalah jurus silat yang sangat terkenal dan menakutkan dari kelompok pengemis. Diciptakan dengan menggunakan prinsip prinsip dari buku I Ching. Diajarkan kepada Kwee Ceng oleh Pengemis Utara Hong Qigong. Jurus ini menjadikan Kwee Ceng sebagai pesilat yang tangguh.
Kongming Quan (Kepalan Kosong) / Shuang Shou Hu Bo (Teknik mempergunakan kedua tangan dengan sama baiknya)
Ilmu ini diajarkan kepada Kwee Ceng oleh saudara angkatnya Zhou Botong ketika di Pulau Bunga Tho Peach Blossom Island. Ilmu ini memberikan Guo Jing alternatif daya serang dalam menjalankan ilmu Xianglong Shi Ba Zhang. Bukunya sendiri mendeskripsikan ilmu ini adalah kebalikan dari ilmu Xianglong Shi Ba Zhang. Ilmu ini menjadikan Guo Jing mengstimulasikan beberapa ilmu silat dengan tangannya, yang kadang membuat bingung musuhnya.
Jiu Yin Zhen Jing (Kitab 9 Yin)
Adalah Kitab ilmu silat yang paling didambakan dalam eranya, yang memuat perkembangan teknik qiqong yang luar biasa, dan ilmu silat yang luar biasa. Dengan menguasai ilmu ini, menjadikan Kwee Ceng bisa memaksimalkan seluruh potensi dan skill yang pernah dia pelajari. Kitab ini membuat Kwee Ceng menjadi salah satu pendekar terbesar.
Ilmu Silat Pulau Bunga Persik
Setelah menikah dengan Huang Rong, Kwee Ceng juga belajar ilmu silat dari ayah mertua nya, Si Sesat dari Timur Huang Yaoshi, pemilik dari Pulau Bunga Tho. Tidak jelas, apakah pelajaran yang diterima Kwee Ceng dari mertuanya ini, sampai selesai atau tidak, tapi paling tidak, Kwee Ceng telah belajar ilmu Huang Yaoshi yang paling terkenal : Tusukan Jari. Ilmu Pulau Bunga Tho sangat komplek dan memerlukan kecerdasan yang tinggi untuk mencapai / menguasi nya, yang mana tidak didapatkan di diri Kwee Ceng.
Berdasarkan Kisah Golok Naga / The Heavenly Sword and Dragon Saber, Kwee Ceng meninggal tepat ketika kota Xiangyang jatuh ke tangan musuh. Berdasarkan sejarah, kejatuhan Xianyang terjadi pada hari Yichou, bulan Zhengyue', 1273 (dalam penanggalan masehi : 31 Januari, 1273)
Kwee Ceng, dilahirkan dan dibesarkan di Mongolia diperkirakan lahir di bulan November tahun 1188/1196/1200/1201, ia diajar oleh Tujuh Manusia Aneh dari Jiangnan. Kemudian ia juga belajar dari Ang Cit Kong dan Ciu Pek Tong. Lugu, lamban belajar dan tidak suka kekerasan, namun kejernihan pikirannya justru membantunya mempelajari ilmu silat tertinggi dari kitab Kiu Im Cin Keng. Ia adalah suami Oey Yong.
Latar belakang dimulai saat invasi bangsa Kim/Jin ke wilayah Song/Sung. Dua pendekar Yo Tiat Sim dan Kwee Siauw Thian berjuang bersama menentang invasi bangsa Kim. Mereka bersahabat erat dan akhirnya mengangkat saudara. Saat istri mereka hamil, mereka mengungsi menghindari pertempuran, dan berjanji apabila kedua anak mereka lahir, bila berbeda jenis kelamin akan dinikahkan, bila sama akan mengangkat saudara. Peperangan tak terelakkan dan Kwee Siauw Thian terbunuh difitnah oleh pengkhianat dari bangsa sendiri, sementara anak lelakinya Kwee Ceng terlunta-lunta dibesarkan ibunya di gurun pasir Mongolia, sampai diselamatkan oleh Jengis Khan. Yo Tiat Sim menghilang dan terpisah dari anak istrinya. Istri Yo Tiat Sim mengira suaminya telah meninggal dan dijebak hingga terpaksa menjadi selir Pangeran VI dari negeri Kim. Anak mereka, Yo Kang tumbuh sebagai putra pangeran bangsa Kim.
Plot Utama mengisahkan dua saudara angkat yang terpisah dan mempunyai sifat yang bertolak belakang. Kwee Ceng adalah pemuda jujur, polos, setia, lamban belajar namun keras kepala dan tekun berlatih. Sebaliknya Yo Kang sangat pintar, licik dan oportunis. Yo Kang bertemu dengan wanita yang dicintainya, Bok Liam Cioe yang ternyata adalah anak angkat dari ayah kandungnya Yo Tiat Sim yang menghilang. Namun Yo Kang tidak mau mengakui ayah kandungnya karena lebih senang menjadi pangeran bangsa Kim. Ia sempat mencoba kembali menjadi rakyat biasa dari bangsa Song namun tidak bertahan lama karena merindukan kenyamanan dan kekuasan sebagai pangeran. Sementara Kwee Ceng yang berkelana dari Mongolia ke daratan Cina untuk membalas dendam terhadap pembunuh ayahnya, bertemu dengan Oey Yong, gadis kelewat cerdas yang merupakan anak salah satu dari 5 Datuk Persilatan yang terkenal. Oey Yong awalnya menyamar sebagai pengemis dan jatuh cinta akan kepolosan dan kejujuran Kwee Ceng.
Petualangan Kwee Ceng dan Oey Yong berkelana bersama membawa mereka berinteraksi dengan pendekar-pendekar dunia persilatan, diantaranya 5 Pendekar Besar Datuk Persilatan: Sesat Timur Oey Yok Soe, Racun Barat Auwyang Hong, Kaisar Selatan It-teng Taysu, Pengemis Utara Ang Cit Kong serta Bocah Tua Nakal Cioe Pek Tong. Intrik-intrik perebutan kitab silat Kiu Im Cin Keng, kitab perang Bu Bok, serta hubungan Kwee Ceng dan Oey Yong yang ditentang ayah Oey Yong dan guru Kwee Ceng mewarnai kisah trilogi pertama ini. Sementara Yo Kang malah membantu bangsa penjajah Kim yang telah membunuh orang tua kandungnya, untuk menghancurkan negerinya sendiri. Kwee Ceng dan Yo Kang yang sebenarnya bersaudara angkat kini malah berseteru dengan tujuan yang berbeda. Kecerdasan Oey Yong banyak membantu Kwee Ceng menyelesaikan berbagai masalah pelik, termasuk strategi perang saat kembali ke Mongol untuk mendukung Jengis Khan menaklukkan bangsa Kim.
Akhir Cerita Setelah kemenangan bangsa Mongol atas bangsa Kim, Jengis Khan malah ingin meluaskan wilayahnya dan memaksa Kwee Ceng untuk menyerang tanah kelahirannya sendiri, Song. Kwee Ceng menolak dan kembali ke Song untuk melawan invasi Mongol, walau selama ini Jengis Khan telah membesarkan ia dan ibunya. Sementara Yo Kang yang akhirnya menemui ajal akibat kelicikannya sendiri, meninggalkan istrinya Bok Liam Cioe yang sedang hamil. Kwee Ceng dan Oey Yong memberi nama bayi Yo Kang tersebut dengan nama Yo Ko yang artinya memperbaiki kesalahan, dengan harapan ia akan menjadi pendekar berbudi dan tidak mengulang kesalahan yang dilakukan Yo Kang semasa hidup. Yo Ko inilah tokoh utama dalam kisah selanjutnya "Rajawali Sakti dan Pasangan Pendekar". Akhir cerita, invasi bangsa Mongol terhenti sementara karena kematian Jengis Khan akibat sakit. Kwee Ceng dan Oey Yong menikah dan tinggal di Pulau Bunga Persik.
Ilmu Silat Kwee Ceng
Memanah ala Mongolian dan Gulat Bebas
Kwee Ceng pernah tinggal di antara para pemanah pemanah terbaik yang pernah ada pada zaman kekuasaan Mongolia, dan pernah di ajar selama satu decade oleh Jebe, seorang pemanah besar dan pemimpin militer Mongolia. Yang paling terkenal adalah ketika Kwee Ceng memanah langsung 2 elang dengan sebuah anak panah, sewaktu dia kecil. Dia juga mahir dalam Gulat Bebas ala Mongolia.
Ilmu Silat Jiangnan Qi Guai
Pertama kali, Kwee Ceng dikenalkan dengan ilmu silat leluhurnya, adalah dari Jiangnan Qi Guai (lit. "Tujuh Manusia Aneh dan Jiangnan / Tujuh Manusia Aneh dari Kanglam"), 7 pendekar dari kota Jiaxing selatan, yang menemukan Kwee Ceng ketika berumur 6 tahun. Mereka kemudian mengajarkan Kwee Ceng beberapa ilmu silat, dengan harapan ketika Kwee Ceng menginjak usia 18 tahun, dia bisa bersaing dengan Yang Kang , murid dari Pendeta Tao Qiu Chuji dari Quanzhen. Jiangnan Qi Guai bukanlah para ahli silat yang tersohor, tapi pelatihan mereka kepada Kwee Ceng, menjadikan Kwee Ceng mempuyai dasar ilmu silat untuk menguasai ilmu yang lebih tinggi yang nantinya akan dipelajarinya selama hidupnya.
Quanzhen Pai Wu Gong (Aliran Quanzhen)
Tetua aliran Quanzhen, Ma Yu, Qiu Chuji, dan Wang Chuyi, mengajarkan Kwee Ceng beberapa aspek dasar dari silat aliran Quanzhen, seperti misalnya teknik qigong. Kwee Ceng juga memahami dasar dari kita 9 Yin dan pernah melihat formasinya dalam pertempuran sebenarnya.
Xianglong Shiba Zhang (18 Pukulan Menaklukan Naga)
Adalah jurus silat yang sangat terkenal dan menakutkan dari kelompok pengemis. Diciptakan dengan menggunakan prinsip prinsip dari buku I Ching. Diajarkan kepada Kwee Ceng oleh Pengemis Utara Hong Qigong. Jurus ini menjadikan Kwee Ceng sebagai pesilat yang tangguh.
Kongming Quan (Kepalan Kosong) / Shuang Shou Hu Bo (Teknik mempergunakan kedua tangan dengan sama baiknya)
Ilmu ini diajarkan kepada Kwee Ceng oleh saudara angkatnya Zhou Botong ketika di Pulau Bunga Tho Peach Blossom Island. Ilmu ini memberikan Guo Jing alternatif daya serang dalam menjalankan ilmu Xianglong Shi Ba Zhang. Bukunya sendiri mendeskripsikan ilmu ini adalah kebalikan dari ilmu Xianglong Shi Ba Zhang. Ilmu ini menjadikan Guo Jing mengstimulasikan beberapa ilmu silat dengan tangannya, yang kadang membuat bingung musuhnya.
Jiu Yin Zhen Jing (Kitab 9 Yin)
Adalah Kitab ilmu silat yang paling didambakan dalam eranya, yang memuat perkembangan teknik qiqong yang luar biasa, dan ilmu silat yang luar biasa. Dengan menguasai ilmu ini, menjadikan Kwee Ceng bisa memaksimalkan seluruh potensi dan skill yang pernah dia pelajari. Kitab ini membuat Kwee Ceng menjadi salah satu pendekar terbesar.
Ilmu Silat Pulau Bunga Persik
Setelah menikah dengan Huang Rong, Kwee Ceng juga belajar ilmu silat dari ayah mertua nya, Si Sesat dari Timur Huang Yaoshi, pemilik dari Pulau Bunga Tho. Tidak jelas, apakah pelajaran yang diterima Kwee Ceng dari mertuanya ini, sampai selesai atau tidak, tapi paling tidak, Kwee Ceng telah belajar ilmu Huang Yaoshi yang paling terkenal : Tusukan Jari. Ilmu Pulau Bunga Tho sangat komplek dan memerlukan kecerdasan yang tinggi untuk mencapai / menguasi nya, yang mana tidak didapatkan di diri Kwee Ceng.
Berdasarkan Kisah Golok Naga / The Heavenly Sword and Dragon Saber, Kwee Ceng meninggal tepat ketika kota Xiangyang jatuh ke tangan musuh. Berdasarkan sejarah, kejatuhan Xianyang terjadi pada hari Yichou, bulan Zhengyue', 1273 (dalam penanggalan masehi : 31 Januari, 1273)
Ilmu Sembilan Rembulan
Ilmu 9 Rembulan ini diciptakan oleh seorang sastrawan yang terpelajar pada masa Song dan mahir dalam Kung Fu bernama Huang Shang. Huang Shang konon amat menguasai seluk beluk Kitab Yijing karangan seorang ahli metafisika Wen Wang, di mana kitab tersebut menjelaskan 64 perubahan termasuk berbagai makhluk di alam raya. Berdasarkan 64 Kwa dalam kitab Yijing, Huang Shang mampu menghubungkan 384 titik-titik pada tubuh manusia, dimana 192 titik tergolong Yang dan sisanya 192 titik tergolong Ying. Yin dan Yang dikombinasikan perubahannya sehingga menghasilkan perpaduan keras dan lembut hingga terciptalah suatu ilmu yang hebat. Setelah memahaminya maka pada suatu malam di saat esensi 9 rembulan mencapai puncaknya Huang Shang mengejar rembulan dan menjadi dewa. Ilmu yang ditinggalkannya pun diberi nama ilmu 9 Rembulan.
Untuk menguasai kitab 9 Rembulan, maka harus terlebih dahulu memahami kitab Yijing dan 384 titik dalam tubuh manusia. Jika dipaksakan berlatih tanpa memahami hal tersebut maka orang yang berlatih ilmu ini akan menjadi sesat dan jahat. Seperti halnya yang terjadi pada sepasang suami isteri pendekar; Jin Shi dan Yin diao. Mereka berhasil mendapatkan Kitab Ilmu 9 Rembulan, karena takut Kitab tersebut direbut Yin Diao pun menato isi kitab tersebut pada punggung suaminya dan kemudian membakarnya. Jin Shi dan Yin Diao tidak memahami isi kitab Yijing, akibatnya semakin mereka berlatih ilmu 9 Rembulan semakin mereka menjadi sesat dan jahat seiring meningkatnya ilmu dan kekuatan mereka. Hingga suatu hari mereka pun dikepung para pendekar rimba persilatan yang menuntut balas atas kejahatan mereka. Jin Shi terluka parah hingga mati dalam pertempuran, sang istri pun bertarung mati-matian demi merebut jasad suaminya. Yin Diao yang terdesak hingga ke jurang akhirnya memilih bunuh diri dengan cara terjun ke jurang bersama jasad Jin Shi. Yin Diao tidak pernah muncul lagi di rimba persilatan, namun kulit di tubuh Jin Shi yang tertulis Kitab 9 Rembulan dikuliti dan diawetkan secara khusus.
Ilmu 9 Rembulan tak kalah kehebatannya dengan ilmu 9 langit, 9 matahari ataupun kitab Pengubah Otot, tak heran jika Kitab Ilmu 9 Rembulan sejak dulu sudah menjadi rebutan para pendekar rimba persilatan dan pernah dipelajari oleh beberapa pendekar besar yang terkenal di Kangow. Manual kitab 9 Rembulan terbagi menjadi 2 bagian, yaitu bagian tentang penguasaan tenaga dalam dan satu bagian lagi adalah jurus-jurus luarnya. Salah satu cara untuk melatih tenaga dalam ilmu ini pun tergolong unik, dimana untuk melatihnya dengan menggunakan saluran nadi yang terbalik yang tidak digunakan pada ilmu tenaga dalam pada umumnya, jadi terlebih dahulu harus mengubah susunan nadi dengan Ilmu Memindahkan Titik Nadi. Ditambah lagi jika sebelumnya dalam tubuh telah ada tenaga dalam dari ilmu yang lain, maka ilmu tersebut harus dimusnahkan sebelum berlatih ilmu 9 Rembulan. Jika dipaksakan maka bisa berakibat fatal seperti kerasukan atau pecahnya saluran nadi yang berujung pada kematian. Meski sulit dilatih, namun konon jika ilmu 9 Rembulan telah mencapai tahap sempurna dan menyatu dengan alam sekitar akan memiliki kekuatan dasyat yang tak dapat dibendung oleh apapun.
Xicheng Yong (Dewa Iblis Awan Api)
Bewibawa penakluk, kejam tanpa perasaan, tak terkalahkan, amat tangguh mendekati sakti, tak mengenal rasa takut serta ditakuti lawan maupun kawan. Mungkin itulah gambaran yg cocok untuk sang ketua Aliran Lou Cha, Dewa Iblis Awan Api (Xicheng Yong). Menjadi lawan Dewa Iblis, sama saja berhadapan dengan dewa maut. Jarang ada yg bisa selamat, atau bahkan hanya pulang tinggal nama. Bahkan aura yg dipancarkan Dewa Iblis bisa membuat orang-orang di sekitarnya merasa jeri dan takluk.
Dewa Iblis Awan Api adalah julukan Xicheng Yong sebagai ketua aliran Lou Cha. Ayah kandung Xicheng Yong yg sebenarnya bukanlah Dewa Iblis Tua (Xicheng Wang; Ketua Senior aliran Lou Cha), melainkan Monster Pedang (Lian Cheng). Itulah sebabnya mengapa pada awalnya Dewa Iblis Tua tak bisa menerima dan berniat membunuhnya ketika ia baru dilahirkan. Namun Raja sesepuh (Yamamoto) mencegah tindakan Dewa Iblis Tua, karena menurutnya anak yg baru dilahirkan itu adalah titisan Iblis Lou Cha. Sebagai buktinya, kelahirannya di tandai dengan fenomena awan api di langit.
Seiring dengan berlalunya waktu, Dewa Iblis Tua pun mulai bisa menerima kehadiran Xicheng Yong sebagai anaknya. Sebagai sosok yg cerdas dan berbakat, dibawah didikan Dewa Iblis Tua dan Raja sesepuh, Xicheng Yong tumbuh sebagai pemuda yg tangguh. Di usai yg masih sangat muda ia telah menguasai jurus tendangan maut, bahkan di usia 20 tahun ilmu Pengubah otot miliknya telah mencapai tahap putih.
Xicheng Yong amat menghormati ayahnya angkatnya, Dewa iblis Tua, bahkan demi ayahnya dia bersedia menerima tugas untuk pergi ke Thailand demi membunuh Raja Sesepuh yg tak lain adalah gurunya sendiri. Di Thailand, Xicheng Yong bertemu dengan sosok jagoan sakti dan kerap bersikap aneh yg menyebut dirinya sebagai Tiada Lawan (Kakek Tua/ Lou Zu Zhong). Dengan bantuan Tiada Lawan, ilmu Pengubah Otot miliknya dalam sekejap mencapai tahap hitam.
Bicara soal Kung Fu, dengan Ilmu Pengubah Otot Tahap penghabisan; Satu Rajah Perang, kekuatan Xicheng Yong berada di atas Dong Fang Wudi. Tiga Kaisar Naga dan Harimau yg telah menggabungkan kekuatan sekalipun, kewalahan ketika menghadapinya. Ditambah Ilmu Ulat sutra Langit, Jurus tendangan Maut, Telapak Awan Api, Pedang dan Cermin sakti Bodhidarma, membuat lawan tak akan berkutik jika berhadapan dengannya. Bahkan kehebatannya terbukti ketika ia mengobrak-abrik Perayaan Ulang Tahun aliran Tong Tian ke-100 seorang diri. Tanpa rasa takut menghadapi setiap jagoan tangguh sambil menebarkan aura maut pencabut nyawa.
Semenjak Xicheng Yong gagal membunuh ayah kandungnya Monster Pedang atas Suruhan Dewa Iblis Tua, hubungan keduanya pun mulai merenggang dan semakin meruncing akibat hasutan perdana menteri Jepang, Aso Taro. Puncaknya ketika pertarungan di Benteng Gunung Dewa melawan Tiga Kaisar, Xicheng Yong yg telah terluka parah akibat Jurus Naga Halilintar Xiou Hu melampiaskan kekesalannya dengan menyerap energi Iblis Tua. Pada akhirnya dia dikalahkan Shi Hei Long dengan jurus Tongkat Satu inci. Namun dirinya kembali hidup berkat Ilmu Pembusuh Sumsum milik Kong Wo. Setelah bertemu dengan anak kandungnya Xicheng Chi, perlahan tapi pasti Xicheng Yong menjadi orang yang lebih baik dan meninggalkan masa lalu kelam yang penuh dengan kejahatan.
Wang Feng Lei
Dijuluki si Tinju sesat kecil, menjadikan Wang Feng Lei sebagai sosok yg ditakuti sekaligus disegani di dunia hitam Korea. Wang Feng Lei adalah putra dari Wang Jiang Long dan Li Shuqin. Namun Wang Hai Jiou (ketiga dari 4 Wang bersaudara) berselingkuh dengan Li Shuqin. Hal itupun diketahui oleh saudara kedua Wang Bu hu . untuk menghindari amukan saudaranya, Wang Hai Jiou pun kabur ke Hongkong membawa Li Shuqin dan Wang feng Lei yg masih kecil. Setelah terpisah dari ayah kandung, Feng lei kembali harus terpisah dari ibunya ketika Wang Hai Jiou ikut membawanya ke Korea demi menghindari Wang Jiang Long dan berlindung di bawah naungan Dojo Tinju Sesat.
Dibawah Gemblengan keras dan sadis Wang Hai Jiou, Feng Lei yg berhati lurus tumbuh menjadi sosok yg berwatak jahat. Siksaan fisik dan mental menjadikan Feng Lei sebagai sosok yg tak kenal rasa takut sekaligus membuatnya sanggup menguasai ilmu Es Api Penggempur Langit.
Setelah bertemu kembali dengan ayah dan ibu kandungnya, perlahan tapi pasti Feng Lei kembali lebih baik dan lurus. Meski awalnya Feng Lei merasa gamang dan tak mau mengakuinya, namun kematian kedua orangtua kandungnya di tangan Wang Hai Jiou di depan matanya membuat dirinya sadar. Bersama Wang Xiao Hu, Wang Xiao Long dan Shi Hei Long, Feng Lei bahu membahu menghabisi Wang Hai Jiou demi membalaskan dendam kedua orang tuanya.
Semenjak mengusai Ilmu Es Api Hitam Kelam, Feng Lei bisa dikatakan sebagai yg terkuat di antara para Ksatria Long Hu Men. Rasa dendamnya terhadap Iblis Pedang karena kematian kekasihnya Hu Qin, mendorong semangat Feng Lei untuk menguasai ilmu tersebut dalam kondisi batas antara hidup mati. Selain mampu mengalahkan ilmu-ilmu tangguh, Es Api Hitam Kelam memberikan Feng Lei kekuatan unik yg dasyat, seperti; menghentikan waktu sesaat, memanipulasi pikiran lawan dan menciptakan bagian diri yg lain. Ditambah dengan jurus Belalang Es Api dan beberapa jurus ciptaannya sendiri; Jurus Tinju Guntur, Tendangan Angin Es, Perisai Tai ji Es Api. Menjadikan Feng Lei sebagai sosok tangguh yg mendekati sakti dan diakui oleh orang-orang tangguh. Salah satunya adalah Dong Fang Wudi, sang ketua aliran Teratai Putih yg ingin merekrut Feng Lei sebagai Utusan Rembulan (yue Sheng shi)
Perisai Lonceng Emas
Tahap Ke-1; Melatih menyalurkan dan memuntahkan energi, membuat aliran darah lancar dan hawa murni dalam tubuh terus mengalir.
Tahap Ke-2; Tenaga dalam dan Qigong pelindung tubuh mulai terbentuk. Energi murni di dalam tubuh bertambah dan melindungi organ tubuh.
Tahap Ke-3; Dapat menahan pukulan tongkat dan cambuk, membuat otot semakin kebal.
Tahap Ke-4; Pisau tajam hanya mampu menggores kulit namun tak melukai daging.
Tahap Ke-5; Khusus melatih daya pantul tenaga dalam. Semakin besar pukulan, maka makin besar daya pantul.
Tahap Ke-6; Senjata appaun sulit melukainya, kecuali ditusuk di titik mematikan.
Tahap Ke-7; Qigong melindungi seluruh tubuh dari luka. Bagian kepala yg tak berdaging mampu membalikkan serangan lawan. Otot yg kuat dan lentur mampu melawan golok dan pedang. Kelemahannya hanya di mata, telinga dan titik perisai 5 cun.
Tahap Ke-8; Kekebalan diseluruh tubuh semakin meningkat. Tak bisa dilukai, kecuali di titik mematikan.
Tahap Ke-9; Bisa melukai orang hanya dengan melemparkan daun atau bunga. Tenaga dapat berubah menjadi keras ataupu lembut.
Tahap Ke-10; Energi menjadi murni, tenaga dalam membanjir, mudah sekali mematahkan golok ataupun pedang. Meludah saja dapat melukai orang.
Tahap Ke-11; Daging di seluruh otot dan tubuh sekeras besi baja, bisa pula selembut kapas. Tak bisa ditembus golok dan tombak, kebal air dan api. Tubuh seringan bulu burung, bisa melayang di air tanpa tenggelam.
Tahap Ke-12; Sejak dulu hingga kini hanya Damo, pencipta ilmu ini yg berhasil menyelesaikan tahap ini. Tubuh bagaikan besi baja tak berkarat. Ditinju, ditendang, ditusuk pedang, ditebas golok, dibakar, dibenamkan dalam air tak makan dan minum selama 500 hari bahkan minum racun sekalipun tak apa-apa.
Empat manual beladiri ciptaan Biksu Da Mo adalah Sutra Anak Lelaki, Kitab Perisai Lonceng Emas, Sutra Pengubah Otot, dan Sutra Pembersihan Sumsum. Dari keempat kung fu itu yang paling sering mengharumkan sekaligus merajai dunia persilatan adalah Kitab Sutra Pengubah Otot, sebab mempunyai pewaris langsung dari tiap generasi, sedangkan Perisai Lonceng Emas hanya menjadi kung fu nomer 2, karena sejak diciptakan 1200 tahun kemudian baru ada 1 orang yang menguasai hingga tahap 11, beliau adalah biksu Qi Yun dari Shaolin yang berhasil menyelamatkan kitab-kitab Sutra baik sutra Budha maupun sutra kung fu dari penjarahan di akhir Dinasti Qing, beliau adalah satu-satunya biksu Shaolin yang berhasil mendobrak hingga ke tahap 11 karena niat untuk menyelamatkan peninggalan leluhur sehingga berani menerobos kobaran api dan melayang dengan ringannya bagai bulu. Manusia dapat berkembang terus apabila dalam hidupnya tidak terikat oleh waktu, tetapi karena usia manusia terbatas maka penguasaan kung fu ini agak sulit untuk sampai ke tingkat tertinggi, dari pertama kali diciptakan, kung fu Perisai Lonceng Emas ini tidak ada yang dapat mencapai tahap 12 (sebetulnya Da Mo sendiri tidak tahu sampai tahap berapa beliau bisa melangkah lagi) yang sangat sempurna. Namun Meski nampak sempurna, Perisai Lonceng emas tetap mempunyai kelemahan, yaitu tidak kuat menahan getaran suara berkekuatan tinggi.
Wang Xiao Hu
Wang Xiao Hu (Tiger wong), merupakan tokoh utama dalam serial Long Hu men sekaligus sebagai pemimpin dari tiga Kaisar Naga dan Harimau dan juga adik Tiri dari Wang Xiao Long. Xiao Hu lahir dari pernikahan Wang Bu Hu dan istri keduanya, Mei Niang. Semenjak kecil, Xiao Hu Telah digembleng dengan keras oleh ayahnya untuk berlatih beladiri. Maka tak heran, kekuatan Xiao Hu telah melebihi anak-anak seusianya. Bahkan di usia 18 tahun ia telah telah menguasai ilmu warisan leluhur, yaitu ilmu Hawa Penakluk Naga Penangkap Harimau dan juga jurus Tinju Kembar Rupa Harimau dan Bangau.
Semenjak kedua orangtuanya pergi tanpa sebab yg jelas, Xiao Hu pun bertekad pergi ke Hongkong untuk mencari keberadaan mereka. Di sana Xiou Hu bersahabat dengan empat jenderal (Guang Tou Xing, Si Yan Ming, Hei Jai Zie dan Du Yan Long). Di Hongkong pula Xiao Hu bertemu dengan kakak tirinya Wang Xiao Long dan juga sahabat seperjuangannya Shi Hei Long. Mereka pun membentuk perguruan Long Hu Men, dan bersama-sama melawan organisasi kejahatan Lou Cha dari Jepang. Seiring dalam perjuangannya dalam menumpas kejahatan, Xiao Hu dan teman-temannya bertemu dengan banyak lawan-lawan tangguh yg yang selalu berakhir dengan pertarungan hidup mati.
Selain mewarisi Jurus Tendangan Naga Turun dari paman tertuanya Wang Jiang long, Wang Xiou Hu juga menguasai Ilmu sembilan matahari; Tahap Matahari kesembilan, yg tak lain merupakan ilmu pemungkas aliran Bai Lian (Teratai Putih). Xiao Hu juga mewarisi jurus pemungkas Naga Halilintar dari paman ketiganya, Wang Fei Ying yang kemudian di padukan jurus Halilintar Besar sehingga semakin menambah kedasyatan serangannya. Ilmu Pengubah Otot Tahap Penghabisan milik Dewa Iblis Awan sekalipun, takkan sanggup menahan serangan ini. Bahkan dengan bakatnya yg dimilikinya Xiou Hu menciptakan jurus Tendangan Naga Kilat dan jurus Satu Serangan Naga. Maka tak heran, di usia yg masih sangat muda, Xiou Hu dikenal sebagai pendekar pilih tanding yg sulit dicari lawannya.
Meski memiliki ilmu tangguh dan mendapat julukan Raja Tendangan dari lawan-lawannya, Xiao Hu memiliki sifat rendah diri dan amat menghormati orang yang lebih tua. Selian itu, dia juga tak mengenal rasa takut meski berhadapan dengan lawan setangguh dan sekuat apapun, bahkan jika perlu berkorban nyawa demi menumpas kejahatan dan melindungi saudara seperjuangannya.
Wang Xiao Long
Wang Xiao Long (Dragon Wong) , merupakan kakak dari Wang Xiou Hu dan juga merupakan salah satu dari tiga kaisar Naga Harimau. Awalnya Wang Xiou Long hidup bahagia bersama kedua orang tuanya. Namun ketika Wang Bu Hu menikahi Mei Niang, ibu Xiao Long mengajaknya pergi meninggalkan ayahnya. Semenjak itu hari-harinya selalu diwarnai penderitaan dan juga rasa dendam terhadap Wang Bu Hu dan Mei Niang. Semenjak ibunya meninggal karena sakit, Xiao Long diasuh dan diajari beladiri oleh seorang ahli jurus Tongkat Istana Bunga Mei. Namun ketika orang tua angkat sekaligus gurunya meninggal karena dibunuh oleh orang yang dendam kepadanya, Xiao Long akhirnya menjadi berandalan dan bergabung dengan geng Macam Hitam dari Hongkong dan dijuluki Macan Tanpa Nama. Meski sulit, namun perlahan-lahan Xiao Long dapat memaafkan ayahnya Wang Bu Hu dan ibu tirinya Mei Niang. Serta sepenuhnya menerima Xiao Hu sebagai adik sekaligus saudara seperjuangannya.
Wang Xiao Long menguasai Ilmu Sembilan Rembulan; Bab kesembilan dan jurus terlarang;Cakar Tulang Putih dari ibu angkatnya. Ia juga mewarisi jurus rahasia Kaypang; 18 Tapak Penakluk Naga dan Jurus Tongkat penggebuk anjing dari gurunya Hong Dong yang dikenal sebagai perdekar sejaman. Selain itu dengan bantuan kekasihnya; Murong Yuer, Xiao Long juga menguasai ilmu Perjaka emas. Dimana jika digabungkan dengan Ilmu Putri Ayu milik Yuer, maka akan bertambah kuat hingga berkali-kali lipat.
Hubungan Xiao Long dan Yuer pada awalnya sangatlah rumit. Iblis Pedang ayah Yuer, tewas di tangan Xiao Long dan meninggalkan kebencian di hati Yuer, namun rasa cintanya membuatnya sulit melupakan Xiao Long. Melihat rasa persaudaraan dan tekad Xiao Long dalam membela kebenaran serta ketulusan hatinya, lambat Laun Yuer pun memaafkan Xiao Long. Karena mendapatkan hati Yuer, Xiao Long menjadi pendekar Long Hu Men yang paling dibenci Dewa Iblis Awan Api. Rasa dengki dan benci Dewa Iblis karena cinta bertepuk sebelah tangan pada Yuer, seringkali dilampiaskan pada Xiao Long.
Diantara tiga kaisar, Wang Xiao Long memiliki sifat paling keras dan meledak-ledak bahkan seringkali bertindak gegabah tanpa peduli akan bahaya, ini dapat dilihat ketika dia menorobos markas Jin Rulai seorang diri untuk menyelamatkan Iblis Tua. Namun dibalik karakternya yang keras, semua itu semata-mata untuk melindungi saudara-saudara seperjuangannya terutama adiknya Wang Xiao Hu. Namun setelah menguasai tahap Kesembilan dari ilmu Sembilan Rembulan, sifat Xiao Long menjadi lebih dewasa dan tenang.
Ilmu Sembilan Langit
Kung fu Langit Kesembilan diciptakan oleh pendiri partai Wudang, Zhang Sanfeng. Di akhir masa dinasti Song, Zhang Junbao, 15 tahun berasal dari keluarga miskin, sejak kecil tinggal di Shaolin sebagai pencari kayu bakar bagi keperluan dapur Shaolin. Tiap hari memanggul ratusan kati kayu bakar dan mendaki gunung puluhan li untuk mengantarkan kayu bakar ke kuil Shaolin. Zhang Junbao akrab dengan sang penjaga tungku di Shaolin, Tou Tuo yang menyadari bahwa Zhang kecil memiliki struktur tulang yang bagus dan berbakat untuk berlatih kung fu. Di waktu senggang Tou Tuo mengajak berlatih Zhang kecil tiap malam di dalam hutan mereka berlatih kung fu. Dalam waktu hanya setengah tahun saja Zhang kecil berhasil menguasai 72 jurus utama Shaolin, sungguh merupakan prestasi yang hebat. Karena kagum dengan bakat yang jarang dimiliki oleh orang lain, Tou Tuo akhirnya mengatakan “belajar beladiri tanpa tenaga dalam tak ada gunanya, mulai hari ini aku akan mengajarkan tenaga dalam Shaolin”, pada waktu itu Zhang baru berusia 16 tahun.
Zhang Junbao berlatih keras tanpa tahu bahwa yang dia pelajari adalah salah satu dari 4 kung fu sakti Shaolin. Kung fu yang menggetarkan dunia sepanjang masa, yaitu Kitab Pengubah Otot. Tanpa terasa setengah tahun telah berlalu, Zhang kecil sudah menguasai tahap biru, seluruh tubuhnya mampu mengalirkan Qi yang bernuansa warna biru. Tenaga dalamnya sudah cukup dahsyat untuk remaja seusia itu. Orang awam memerlukan waktu 5-8 tahun untuk menguasai tahap Biru (tahap ke-5) sedangkan Zhang kecil hanya perlu 6 bulan. Kemudian Tou Tuo mengingatkan bahwa jangan sampai dia ketahuan menguasai dasar tenaga dalam dari Shaolin dan tidak mengakuinya sebagai guru, Tou Tuo juga berpesan, “Xiao Zhang, dengan bakat yang kau miliki, semoga lain hari kau akan bisa menciptakan ilmu sendiri, supaya kau juga mempunyai prestasi yang tak kalah dari guru Wang Zhongyang dari Quan Zhen".
Sewaktu mengejar sepasang penjahat, Zhang Junbao terlihat oleh senior dari Shaolin sehingga begitu kembali ke Kuil Shaolin sang penjaga tungku, Tou-Tuo sedang menghadapi hukuman dilenyapkan kung funya dan dihukum 15 tahun menghadap dinding, begitu pula nasib Zhang Junbao dilenyapkan kung funya dan diusir dari Shaolin. Tetapi dengan tekad membaja beliau mempelajari kitab Tao dan menilai pergerakan alam mulai dari keselarasan yang terjadi di alam. Dia membolak-balikkan toeri Yin dan Yang untuk mengembalikan ilmu Kung Fu ke akarnya dan menciptakan gaya tersendiri. Zhang Junbao merasakan irama pergerakan waktu dan aliran darah di nadi manusia memiliki keselarasan. Dengan mengalirkan energi dan Qi berdasarkan ini maka kekuatannya bertambah.
Kitab Langit kesembilan, dibagi menjadi 9 lubang 9 bagian, satu lubang menjadi satu wilayah. Setelah berlatih 8 lubang 9 bagian, dapat membuka 70% titik darah di tubuh manusia. Kekuatan bisa dialirkan tanpa batas untuk menjadi jagoan tingkat tinggi. Zhang Junbao akhirnya bisa mengumpulkan kekuatan langit dan bumi menjadi satu dan mencapai tahap tertinggi dalam ilmu beladiri. Zhang Junbao mendirikan aliran Wudang yang kemudian dikenal sebagai salah satu aliran terbesar di rimba persilatan, dirinya pun dikenal dengan nama Zhang Sanfeng.
Setelah menguasai Ilmu Sembilan Langit, Zhang Junbao kembali ke Shaolin untuk bertemu gurunya dan bertarung dengan Kepala Vihara Shaolin. Meski kalah di bawah ilmu pengubah otot, akhirnya ia menyadari bahwa ilmu 9 langit masih bisa ditingkatkan lagi menjadi tahap yg lebih tinggi. Yaitu tahap 2 kutub menyatu, energinya setara dengan permulaan Tahap Hitam Kitab Pengubah Otot. Dan tahap Yin dan Yang kembali pada kebenaran, setara dengan Pertengahan Tahap Hitam. Pada tahap kembali pada kebenaran, maka dapat memunculkan energi sentrifugal yg dapat membalikkan serangan lawan, ditambah dengan energi 9 langit serangan yg dikembalikan menjadi dua kali lebih kuat. Energi ini dinamakan; Energi Vital Ilmu Silat Sejati.
Dong Fang Wudi
Merupakan ketua aliran Teratai Putih yg berkharisma tinggi, sangat berwibawa, tak kenal takut, cerdik, tangguh mendekati sakti, dan juga ahli strategi siasat yg tiada duanya. Menjadikan Dong Fang Wudi Sebagai sosok yg disegani baik oleh kawan maupun lawan-lawannya.
Dalam hal Kung Fu dan Strategi, Dong Fang Wudi sangatlah berbakat. Bahkan ketika bertarung dengan Dewa Iblis awan Api dan menderita kekalahan, ia malah memanfaatkan situasi dengan bersikap pura-pura lemah dengan tujuan mengenyahkan pengkhianat yg berada dalam aliran. Selain mampu membuat Capres Korea Park Ji Jin tak berkutik di bawah tekanannya, Dong Fang Wudi juga membuktikan kehandalannya dalam berstrategi dengan bekerjasama dan berbagi kekuasaan dengan presiden Korea Ciu Ji San. Meskipun demikian, namun dirinya juga tak segan-segan untuk bertindak kejam dan manghalalkan segala cara demi mencapai tujuannya, meski harus memanfaatkan atau mengorbankan orang lain sekalipun.
Sebagai ketua aliran Teratai Putih, kemampuan Kung Fu Dong Fang Wudi memang tak diragukan lagi. Ilmu Sembilan Matahari miliknya sudah sangat matang dan mencapai puncak. Bahkan dengan bakatnya ia mampu mencapai tahap 10 matahari meski belum sepenuhnya sempurna. Selain itu ia juga mewarisi jurus-jurus leluhurnya yg dipadukan dengan energi Sembilan Matahari, yaitu; Jurus Telapak Awan Api, Pedang Sakti 9 Matahari, Yin Yang Da Nayi, Golok Kembar 9 Matahari ditambah dengan jurus pemungkas dasyat; Halilintar kecil dan Halilintar Besar 9 Matahari.
Meski bersifat kejam dan menghalalkan segala cara, semua itu dilakukan Dong Fang Wudi semata-mata demi kelangsungan hidup aliran Teratai Putih. Dibalik semua itu, ia tetap seorang manusia yg juga memiliki perasaan. Ketika kakak tirinya Dong Fang Wuji tewas akibat energi 10 matahari, Dong Fang Wudi amat sedih dan terpukul. Meski mereka bermusuhan akibat perebutan jabatan ketua aliran, namun baginya Dong Fang Wuji tetaplah kakak yg tak tergantikan.
Dong Fang Wudi memiliki ambisi besar demi memajukan aliran Teratai Putih menjadi Aliran yg terhebat di dunia. Ia juga ingin menjadi ketua terhebat yg akan dikenang sepanjang masa. Untuk mewujudkan ambisi dan keinginannya tersebut, ia berniat merekrut Wang Feng Lei sebagai Utusan rembulan di Alirannya.
Ilmu Pengubah Otot
Putaran ke-1; Membuka seluruh titik nadi tubuh saat berlatih, tubuh bisa mengambang di atas medan magnet.
Putaran Ke-2; Tahap detoksifikasi atau pengeluaran racun dan semua hawa buruk dari tubuh dibuang, sehingga tubuh terasa sangat nyaman.
Tahap Merah; Unsur udara dihisap langsung melalui pori-pori, sehingga tubuh merasa ringan dan memancarkan cahaya kemerahan. Pendengaran dan penglihatan menjadi tajam. Kekuatan Qi menjadi penuh, dengan mudah bisa menghancurkan pohon besar.
Tahap Kuning; aliran nadi dalam Qi dialirkan terbalik. Yg berlatih akan merasa tersiksa seperti ditusuk panah tajam. Jika bisa bertahan di pembuluh perlahan akan terkumpul medan magnet. Jika jumlahnya cukup maka ia mampu memancarkan panas ke tubuh.
Tahap Biru; Otot diseluruh tubuh mengeras seperti baja, takkan dapat ditembus senjata kecuali oleh senjata mestika. Dapat menghancurkan batu seberat 100 kati lewat udara kosong, kekuatannya sangat dasyat.
Tahap Putih; Setiap titik nadi di tubuh bisa dengan mandiri mengeluarkan tenaga. Dapat menghancurkan tubuh seseorang tanpa bekas. Kekuatannya melebihi Perisai Lonceng Emas tahap 9.
Tahap Hitam; Menggunakan kekuatan alam raya tanpa batas, tak ada lagi titik kelemahan. Tingkat kekuatan tahap Hitam dibagi lagi menjadi 3 tingkatan;
Permulaan tahap Hitam, tiga rajah perang; dapat menyerap seluruh energi dari alam semesta, hawa murni tak terputus-putus. Tubuh menjadi kebal luar dalam dan tak dapat dilukai serta memiliki daya serang yg dasyat.
Pertengahan Tahap hitam, dua rajah perang; Energi pelindung tubuh semakin kuat bahkan dapat menghalau serangan peluru, dipadu dengan daya serang yg semakin meningkat dapat menghancurkan tank baja sekalipun.
Penghabisan Tahap Hitam , satu rajah perang; tubuh menjadi seringan bulu burung dan dapat berjalan di udara. Energi murni meningkat puluhan kali lipat, bahkan senjata mestika tak dapat melukainya dan kebal terhadap racun. Menjadi tiada lawan di dunia.
Semenjak diciptakan sudah ada 8 orang yg menguasai sampai tahap hitam, termasuk guru agung Zhiku Chuansi. Dewa Iblis Tua dan pecipta jurus Tendangan Maut, Wu Chaoqan hanya menguasainya sampai permulaan Tahap Hitam. Dewa Iblis Awan Api bisa dikatakan sosok paling muda yg menguasai Ilmu Pengubah Otot sampai Tahap Hitam Penghabisan.
Es Api Penggempur LAngit
Pertarungan tersebut tanpa sengaja dilihat oleh seorang biksu yg sedang beristirahat dalam perjalanan dari India ke wilayah Gau Li(Korea). Demi eksistensinya, di tengah-tengah pertarungan Bodhidarma Hitam Kelam mengatakan sandi ilmu tersebut kepada sang biksu. Namun biksu tersebut hanya berhasil mencatat 7 tahap Ilmu Es Api penggempur Langit dan 3 dari 7 Lapisan langit Es Api Hitam Kelam. Tapi itu saja sudah membuat sang biksu yg melatih ilmu ini mejadi sosok tak terkalahkan yg mendekati sakti. Belakangan ilmu ini menyebar di aliran Kong Tow di daerah Gau Li, dan akhirnya menjadi perguruan besar yang menamakan diri Perguruan Arena Tinju Sesat di Korea.
Tahap ke-1; Melatih kekuatan dan kelenturan otot, harus mampu menahan pukulan tongkat setara 50 kg.
Tahap k-2; Otot dilatih untuk mampu menahan 3 kali berat tubuh agar tahan benturan senjata, kekuatan tinjunya mudah menghancurkan bebatuan.
Tahap ke-3; Otot kedua kaki dan tangan direndam ke dalam air mendidih, ketika kulit luar sudah melepuh lang sung dicelupkan ke dalam es. Latihan dilakukan terus menerus membuat otot tahan panas dan dingin.
Tahap ke-4; Dimulai dengan postur tubuh yoga, kemudian memasuki ruangan panas bersuhu 150 derajat celcius, semakin lama semakin bagus. Setelahnya beralih ke ruangan dingin yg bersuhu minus 150 derajat celcius. Pada latihan panas tahap tahap ini kulit serasa melepuh bagai ditusuk ribuan jarum dan organ dalam seperti terpanggang. Sedangkan pada latihan dingin, tulang belulang serasa bagaikan dibor, jika gagal akan mati membeku. Maka tak heran, jarang ada yg berlatih sampai tahap ini
Tahap ke-5; Berendam di dalam danau es besuhu minus 200 derajat celcius, berlatih di dasar danau bertekanan tinggi.
Tahap ke-6; setelah mampu melindungi diri dengan kekuatan es tingkat 5, harus dibakar dalam suhu 2.000 derajat celcius. Setelah menyerap energi panas tinggi, maka bisa mengubah gas menjadi es, es menjadi kabut. Energi es dan api bisa dibolak balik semaunya.
Tahap ke-7; menerima dingin yang mutlak (suhu -1.000 derajat Celcius), dan panas yang mutlak (tungku api sepanas 5.000 derajat Celcius) seperti lahar gunung api atau baja cair, apabila tidak mempunyai tekad membaja, berani bertaruh nyawa dan keberanian tinggi maka tahap ini tak akan bisa dikuasai.
Setelah mampu menguasai Es Api Penggempur langit hingga tahap ke tujuh, maka kekuatannya dapat ditingkatkan lagi mencapai tahap Es Api Hitam Kelam. Seperti halnya Es Api Penggempur Langit, Es Api Hitam Kelam juga dibagi dalam tujuh tahap lapisan langit. Setiap tahap hanya bisa dilatih di ambang batas hidup dan mati. Bagi yg dapat menguasai setiap lapisan langit, kekuatannya akan meningkat berkali-kali lipat serta memperolah kekuatan yg unik dan dasyat;
Lapisan Langit ke-1; Mengalahkan 7 Es Api Penggempur Langit. Dapat menghentikan waktu 0,1 detik dan dapat bergerak secepat cahaya.
Lapisan Langit ke-2; Mengalahkan 9 Rembulan. Bisa memutarkan balikkan atau memanipulasi pikiran lawan.
Lapisan Langit ke-3; Mengalahkan 9 Matahari. Dapat menciptakan bagian diri yg lain dengan kesadaran parallel.
Lapisan Langit ke-4; Mengalahkan Perisai Longceng Emas. Benci dan sakit hati. memuntahkan dan memasukkan energi es api ke setiap pori-pori dan sel tubuh lawan. akibatnya lawan akan merasa seperti dibakar dan ditusuk ribuan jarum.
Lapisan Langit ke-5; Mengalahkan Ilmu Pengubah otot. Bayangan yg tertinggal, keunikannya dapat menciptakan pusaran lubang hitam bagaikan Black Hole, mampu menyerap dan menghancurkan energi sekuat apapun serta mencabut arwah dari tubuh lawan
Lapisan Langit ke-6; Mengalahkan Ilmu Pembasuh Sumsum. Dimensi yang tak tehingga..
Lapisan Langit ke-7; Masih belum diketahui.